Info Tentang Partikulat Udara
PM2.5 adalah partikel udara yang sangat kecil, ukurannya kurang dari 2,5 mikrometer, sehingga bisa menembus jauh ke dalam paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah. Paparan PM2.5 jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan pernapasan dan jantung, membuat kualitas udara menjadi sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.
Di perkotaan, kendaraan bermotor menjadi sumber utama PM2.5, terutama di lokasi dengan lalu lintas padat. Salah satu contohnya adalah Bundaran ITS, yang sering mengalami kemacetan pada jam-jam sibuk. Aktivitas kendaraan yang tinggi di area seperti ini membuat kadar PM2.5 lebih tinggi dibanding daerah lain.
Batas ambang PM2.5 menurut baku mutu udara ambien adalah sekitar 35 μg/m³ (24 jam rata-rata). Konsentrasi di atas angka ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah pernapasan.
Karbon monoksida (CO) adalah gas berbahaya yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Gas ini dihasilkan terutama dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil, terutama kendaraan bermotor, dan dapat berdampak pada kesehatan jika terpapar dalam jangka panjang.
Di perkotaan, transportasi menjadi penyumbang utama emisi CO, khususnya di lokasi dengan kemacetan tinggi seperti Bundaran ITS. Aktivitas kendaraan yang padat pada jam-jam sibuk membuat kadar CO meningkat dan bisa melebihi batas aman.
Batas ambang CO menurut baku mutu udara ambien adalah 10 ppm (rata-rata 8 jam). Konsentrasi di atas angka ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah pernapasan atau jantung.